LAPORAN

 

LAPORAN KEGIATAN BIMTEK DARING

Program Guru Belajar dan Berbagi

Guru Merdeka Belajar

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

MASRINGAH, S.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA DINAS PENDIDIKAN, KEPEMUDAAN, DAN OLAHRAGA

KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2021


LEMBAR IDENTITAS GURU

 

1.

Nama Sekolah

:

SMP N 3 SUSUKAN

2.

Nama Guru

:

MASRINGAH, S.Pd.

3.

NIP

:

19750617 200501 2 013

4.

NUPTK

:

3949753654300022

5.

Pangkat/Golongan

:

PEMBINA/ IV a

6.

Jabatan Guru

:

GURU MADYA

7.

Alamat Sekolah :

a. Nama Jalan/Desa

b. Kecamatan

d. Kabupaten

e. Provinsi 

f.  Telepon/Fax 

 

:

:

:

:

:

 

 

DESA DERIK

SUSUKAN

BANJARNEGARA

JAWA TENGAH

028112629589

8.

9.

Mengajar Mata Pelajaran

Mengajar Kelas

:

:

IPS

VII (TUJUH)

10.

Alamat Rumah

a.    Nama Jalan

b.    Desa/Kelurahan, RT & RW

c.    Kecamatan

d.    Kabupaten

 

e.    Nomor Telepon/HP

 

:

:

:

:

:

:

 

-

-

KALILANDAK RT 04 RW 05

PURWAREJA KLAMPOK

BANJARNEGARA

081327401821

 

 

 

 

 

 

 

HALAMAN PENGESAHAN

 

 

 

Penyusun :

 

 

 

 

MASRINGAH, S.Pd.

NIP. 19750617 200501 2 013

 

 

 

 

 

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa semua isi dalam Laporan Kegiatan Pengembangan Diri ini adalah sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan

 

 

 

 

 

Banjarnegara,       Desember 2021

 

Kepala

SMP N 3 Susukan

 

 

 

 

 

ALFIAH, S.Pd, M.M.

NIP. 197004222003122004

Koordinator

P K B

 

 

 

 

 

MASRINGAH, S.Pd.

NIP. 197506172005


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hadiyah- Nya kepada penulis, sehingga Laporan Pengembangan Diri dalam mengikuti kegiatan ”Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Merdeka Belajar” dapat terselesaikan sesuai dengan rencana.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai upaya untuk membantu guru dan satuan pendidikan memahami konsep guru merdeka belajar dan meningkatkan kompetensi pengembangan diri secara mandiri untuk mengembangkan karier.

Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Guru Merdeka Belajar adalah program yang bertujuan untuk membantu guru mendapatkan kunci pengembangan diri: kemerdekaan, kompetensi, kolaborasi dan karier.

Untuk itu, penyusun ucapkan terima kasih kepada:

1.       Ibu Alfiah, S.Pd.,M.M. selaku Kepala SMP N 3 Susukan Kabupaten   Banjarnegara yang telah memberikan dukungan dan motivasi  penulis untuk mengikuti “Bimtek Program Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum” Kemdikbud

2.       Rekan-rekan guru seprofesi yang telah memberikan bantuan semangat dan  motivasi untuk bisa menyelesaikan penulisan laporan ini.

3.       Pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu penulisan laporan ini baik langsung maupun tidak langsung

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan bahkan mungkin kesalahan, baik dalam penyusunan, penyajian maupun sistematika penulisannya. Oleh karenanya, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak, demi kesempurnaan penulisan laporan ini. Meski demikian, penulis tetap berharap agar kiranya laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun pihak lain yang memerlukan.

 

                                                                                                Penyusun

 

                                                                                                            Masringah, S.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR   ISI

 

HALAMAN JUDUL ..................................................................................................... i

IDENTITAS GURU...................................................................................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................................... iii

KATA PENGATAR..................................................................................................... iv

DAFTAR ISI.................................................................................................................. v

BAB I PENDAHULUAN............................................................................................. 1

A.    Latar belakang........................................................................................... 1

B.    Alasan Mengikuti Kegiatan....................................................................... 7

C.    Tujuan Kegiatan......................................................................................... 8

D.    Manfaat Mengikuti Kegiatan..................................................................... 8

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN................................................................... 10

A.    Waktu Pelaksanaan.................................................................................. 10

B.    Uraian Materi .......................................................................................... 13

C.    Tindak Lanjut........................................................................................... 14

D.    Dampak Pengembangan Diri................................................................... 15

BAB III PENUTUP.................................................................................................... 14

A.    Kesimpulan.............................................................................................. 14

B.    Saran........................................................................................................ 22

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A.     PENDAHULUAN

Esensi kebijakan “Merdeka Belajar” yang telah dicanangkan oleh Kemendikbudristek adalah menggali potensi terbesar para pendidik dan peserta didik untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri. Mandiri yang dimaksud bukan hanya mengikuti proses birokrasi pendidikan, tetapi dalam mengembangkan kreativitas mendesain sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran, yang tentu saja bermuara pada pencapaian kompetensi peserta didik secara komprehensif sebagaimana tertuang dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Disamping itu, kebijakan kurikulum bergerak ke paradigma baru yang menuntut para pendidik untuk mengajar dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik (pembelajaran terdiferensiasi), mengadaptasi kurikulum nasional dengan kebutuhan lokal, dan meningkatkan kecakapan literasi melalui pedekatan yang lebih terarah. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu pembelajaran di dalam kelas.

Sejalan dengan semangat “Merdeka Belajar” dan dinamika kebijakan pendidikan, maka perlu dilakukan Penguatan Implementasi Kurikulum agar pelaksanaan pembelajaran dan penilaian sejalan dengan tuntutan masa kini dan yang akan datang. Oleh karena itu, Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kemendikbud telah menyelenggarakan Workshop Penguatan Implementasi Kurikulum (PIK) yang akan dilaksanakan di beberapa Angkatan pada beberapa Region baik secara luring (offline) maupun daring (online). Sebanyak 1 orang pengawas dan 3 orang pengurus MGMP telah mengikuti workshop tersebut. Guna menguatkan implementasi kurikulum maka dipandang perlu melaksanakan workshop serupa di Kabupaten Banjarnegara.

 

B.     ALASAN MENGIKUTI KEGIATAN

Penulis dalam mengikuti kegiatan Bintek “Merdeka Belajar” yaitu untuk pengembangan diri dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi penulis khususnya Esensi kemerdekaan dan kebebasan berpikir harus dimulai oleh guru terlebih dahulu sebelum kemudian diajarkan pada para siswa dan siswi. Sistem pengajaran berubah dari yang sebelumnya dilakukan di dalam kelas menjadi dilakukan di luar kelas. Murid dapat berdiskusi lebih dalam dengan guru, belajar dengan outing class, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan guru saja. Terbentuknya karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi, dan tidak hanya sekedar mengandalkan sistem rangking di kelas yang dapat membuat galau anak dan orang tua saja, karena sebenarnya setiap anak memiliki bakat dan kecerdasannya dalam bidang masing-masing.

 

C.     TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Guru pada Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Guru Merdeka Belajar adalah program yang bertujuan untuk membantu guru mendapatkan kunci pengembangan diri: kemerdekaan, kompetensi, kolaborasi dan karier

D.     MANFAAT MENGIKUTI KEGIATAN

Hasil yang diharapkan pada kegiatan ini, peserta menguasai kompetensi guru, program Guru Merdeka Belajar akan meningkatkan kompetensi.

1.          Menunjukkan kebiasaan refleksi untuk pengembangan diri secara mandiri

·      Melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran dan pendidikan.

·      Menemukan aspek kekuatan dan kelemahan sebagai guru.

·      Menetapkan tujuan dan rencana pengembangan diri.

·      Menentukan cara dan beradaptasi dalam melakukan pengembangan diri.

·      Berpartisipasi aktif dalam   jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier.

2.          Mengikuti secara aktif berbagai kegiatan jejaring dan organisasi profesi.

·      Melakukan eksplorasi berbagai pengalaman belajar dari kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier.

Menghasilkan karya dan/atau memberikan layanan yang bermakna dari kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier

 

 

 

 

 



 

 

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN

 

A.    Waktu Pelaksanaan

Bentuk kegiatan Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Merdeka Belajar dilaksanakan secara Online atau Daring (Dalam Jaringan) menggunakan Akun SIMPKB yang terbagi menjadi 10 Angkatan dan peserta dapat memilih masing-masing Angkatan mulai tanggal 12 - 15 Oktober 2021 hingga 27 November - 17 Desember 2021 pada laman https://ayogurubelajar.kemdikbud.go.id/seri-guru-merdeka-belajar/.

B.        Uraian Materi

NO

TARGET MATERI

KETERANGAN

1

Tujuan Pendidikan

 

2

Konsep Guru Merdeka Belajar

 

3

Pengembangan Diri Guru Merdeka Belajar

 

4

Kunci Pengembangan Guru Merdeka Belajar

 

Materi pokok yang disajikan dalam kegiatan Bintek “Merdeka Belajar” yaitu Konsep Merdeka Belajar, Konsep Guru Merdeka Belajar, Pengembangan Diri Guru Merdeka Belajar, Kunci Pengembangan Guru Merdeka Belajar, Adapun Ringkasan materi pokok di atas adalah sebagai berikut:

1.     Konsep Merdeka Belajar

Konsep merdeka belajar sangatlah berbeda dengan kurikulum yang pernah ada dan digunakan oleh pendidikan formal di Indonesia. Konsep pendidikan baru ini sangat memperhitungkan kemampuan dan keunikan kognitif individu para siswa. Berikut garis besar konsepnya:

a.      Asesmen kompetensi minimum, Perbedaan konsep pendidikan baru ini dengan kurikulum yang digunakan sebelumnya adalah, siswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan minimum dalam hal literasi dan numerik.

Fokusnya bukanlah sebanyak apa siswa mampu mendapatkan nilai melalui penugasan dari guru, tetapi bagaimana siswa mampu berpikir secara kritis menggunakan kemampuan kognitifnya.

Dalam bidang literasi misalnya, bila pada kurikulum sebelum-sebelumnya siswa lebih banyak diharapkan menghafal dan menerapkan materi yang mereka baca, dalam konsep asesmen kompetensi, siswa diharapkan bisa berpikir logis untuk mengabstraksi maksud dan tujuan dari materi.

Begitu juga dalam hal numerik atau pada pelajaran sains seperti fisika, kimia, khususnya matematika. Siswa tidak boleh hanya menghafal formula atau rumus, tetapi juga menemukan konsep dasarnya, sehingga mereka bisa menerapkannya untuk penyelesaian masalah yang lebih luas.

b.     Survei karakter, Cukup melegakan bahwa pada akhirnya pemerintah mengakui pendidikan di Indonesia adalah investasi yang mahal. Sebab, setiap daerah memiliki keunikan manusia yang berbeda-beda dan tidak mungkin dipaksa untuk menerapkan satu sistem dengan indikator tetap.

Pada konsep survei karakter, pemerintah akan menilai secara menyeluruh terkait kualitas pendidikan di sekolah. Bukan hanya tentang hasil belajar, tetapi juga ekosistem dan infrastruktur pendidikan yang tersedia.

Dengan kata lain, pengembangan kualitas pendidikan bukan lagi tentang penerapan indikator kualitas tetap, tetapi berdasarkan data hasil survei terbaru terhadap sekolah.

c.      Perluasan penilaian hasil belajar, Satu hal paling menarik dalam konsep merdeka belajar ini adalah adanya perluasan penilaian hasil belajar siswa yang tadinya hanya dari nilai ujian nasional, menjadi penugasan dan portofolio.

Kedepannya siswa akan diberikan ruang untuk bisa mengembangkan diri mereka sesuai minat dan bakat. Dengan cara ini, stigma siswa pintar dan bodoh diharapkan bisa segera dihilangkan. Sebab, manusia memiliki bakat alami yang berbeda-beda, dan tidak bisa ditentukan dengan tes formal.

d.     Pemerataan kualitas pendidikan hingga ke 3T, Merdeka belajar juga dapat diartikan keadilan terhadap akses pendidikan yang setara bagi seluruh siswa di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah membuat kebijakan afirmasi dan pemberian kuota khusus bagi siswa yang tinggal di daerah 3T. Industri 4.0 adalah momen penting dalam pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sebab, pada tahun 2030 nanti akan menjadi puncak dari bonus demografi Indonesia dengan 64% penduduk adalah angkatan kerja. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia akan sangat menentukan keberhasilan kita dalam menghadapi persaingan di industri 4.0. Khususnya di daerah 3T yang masih memiliki tingkat kelahiran yang sangat tinggi

2.     Konsep Guru Merdeka Belajar

Guru Merdeka Belajar adalah guru yang senantiasa melakukan refleksi untuk menyesuaikan pemikiran dan perbuatannya terhadap setiap perubahan dalam upaya mencapai tujuan. Sementara komponen Merdeka Belajar terdiri dari tiga bagian diantaranya:

a.      Komitmen pada Tujuan

1)     Melakukan praktik yang membuatnya sadar utuh terhadap pembelajaran yang essensial

2)     Memahami dan memprioritaskan murid sebagai subjek dalam pembelajaran

3)     Menetapkan tujuan dan target yang menantang tapi realistis dicapai dalam pembelajaran dan pengembangan diri.

b.     Mandiri pada Acara

1)     Merancang pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan kesiapan murid

2)     Mencari cara yang efektif untuk mengatasi kesulitan yang ditemui pada pembelajaran murid

3)     Mengikuti kegiatan (berkomunitas, berbagi, pelatihan, coaching, dan lain lain) untuk melakukan pengembangan diri.

c.      Refleksi Berkala

1)      Membuat catatan reflektif harian untuk mengenal apa yang sudah efektif dan apa yang perlu diperbaiki

2)      Meminta umpan balik dari rekan guru, kepala sekolah/madrasah untuk memperbaiki pembelajaran

3)      Menindaklanjuti hasil refleksi dan umpan balik pada rencana pembelajaran pengembangan diri.

 

3.     Pengembangan Diri Guru

Guru Merdeka Belajar perlu melakukan pengembangan diri. Hal tersebut dibutuhkan untuk mencapai cita-cita guru, oleh dirinya sendiri dengan dukungan berbagai pihak pemangku kepentingan pendidikan. Untuk mencapai pengembangan diri seorang guru harus memahami empat kunci penting diantaranya:

a.      Kemerdekaan

Guru merdeka belajar memiliki kesempatan untuk menentukan tujuan, cara dan refleksi belajar guna terus menerus melakukan pengembangan diri, seperti terlibat dalam menetapkan target kinerja sekolah dan guru, memilih pelatihan yang sesuai kebutuhan belajarnya, dan melakuka refleksi secara berkala terhadap capaian dan proses mencapai target.

b.     Kompetensi

Guru merdeka belajar memiliki kesempatan mengembangkan kompetensinya sehingga siap menghadapi tantangan pengajaran sesuai bidang studi, peserta didik yang diajar dan relevan dengan konteksnya, seperti kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya, kesempatan melakukan proyek percobaan, kesempatan mendapatkan umpan balik berkualitas dan kesempatan menilai kompetensinya

c.      Kolaborasi

Guru merdeka belajar memiliki kesempatan dalam melakukan kolaborasi dengan guru dan komunitas untuk menghasilkan karya atau mencapai tujuan bersama, seperti kesempatan berinteraksi ke sekolah lain, kesempatan terlibat di komunitas yang relevan dan kesempatan melakukan proyek bersama

d.     Karier

Guru merdeka belajar memiliki kesempatan untuk mengenali, memilih, merencanakan dan mengembangkan karier sesuai potensi dan aspirasinya dengan tetap mengajar di kelas, seperti kesempatan berkarya, kesempatan mengenalkan karya melalui presentasi, pameran atau di web/aplikasi dan mendapat umpan balik terhadap karyanya.

4.     Merdeka Belajar,

Merdeka belajar merupakan salah satu upaya kemerdekaan dalam berpikir dan berekspresi. Hal ini harus terjadi pada guru terlebih dahulu lalu merambat ke peserta didik. Adapun berikut ini merupakan 10 manfaat program merdeka belajar bagi guru yang perlu diketahui versi kejarcita, di antaranya yaitu:

a.      Mengurangi Beban Guru

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, selain mengemban tugas mulia, guru juga harus dihadapkan dengan tugas tersulit. Dengan adanya program merdeka belajar, diharapkan dapat mengurangi beban yang dirasakan oleh guru. Di mana mereka dapat mengajar siswa dengan leluasa dan merdeka dari tugas administrasi yang terkadang memberatkan, merdeka dari tekanan intimidasi dan lainnya.

b.     Disederhanakannya RPP

Kita tahu bahwa guru memiliki memiliki banyak kendala dalam menjalankan tugas di sekolah, mulai dari menerima siswa baru, menyiapkan administrasi guru termasuk RPP atau rancangan pelaksanaan pembelajaran hingga mengevaluasi. Dengan disederhanakannya RPP, maka hal tersebut dapat membantu mengurangi beban administrasi serta memberikan kebebasan pada guru.

Kementerian Pendidikan dan kebudayaan sendiri membebaskan guru untuk membuat, menggunakan serta mengembangkan RPP. Terdapat tiga komponen penting dalam RPP yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan belajar serta asesmen.

c.      Menciptakan Belajar Lebih Menyenangkan

Seperti yang kita tahu, bahwa guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan Indonesia dan menjadi garda terdepan untuk membentuk masa depan bangsa. Namun sayangnya proses pembelajaran di sekolah terkadang membosankan bagi guru maupun siswa. Dengan adanya program merdeka belajar, diharapkan suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan bahagia, hal ini tentu mempengaruhi kualitas pembelajaran lebih baik.

Suasana belajar yang menyenangkan bukan hanya dapat meningkatkan semangat belajar siswa, melainkan para guru hingga orangtua pun bisa merasakan. Misalnya pada siswa sekolah dasar yang semakin semangat mengerjakan bank soal SD atau latihan soal SD, untuk menghadapi ujian dengan soal HOTS SD.

d.     Bebas Berekspresi

Merdeka dalam belajar mempunyai maksud untuk mengeluarkan kebebasan berekspresi bagi guru maupun siswa di sekolah. Di mana tercipta lingkungan sekolah yang bebas dari berbagai hambatan dan tekanan psikologis. Khususnya pada guru yang memiliki kemerdekaan mengajar siswanya, sehingga mereka dapat fokus dan memaksimalkan mencerdaskan anak bangsa.

e.      Meningkatkan Kompetensi Guru

Meningkatkan kompetensi guru menjadi PR yang harus dilaksanakan untuk memajukan pendidikan Indonesia. Karena keberhasilan program merdeka belajar ditentukan oleh guru yang memiliki kompetensi baik. Namun sayangnya kompetensi yang dimiliki oleh guru belum merata, di mana masih banyak ketimpangan yang terjadi pada guru di daerah tertentu. Oleh sebab itu, diperlukan pelatihan terus-menerus untuk meningkatkan kompetensi guru dan meratakannya.

f.      Kemerdekaan Guru

Pada dasarnya program kemerdekaan belajar bertujuan untuk memerdekakan guru. Seperti yang kita tahu, bahwa proses pembelajaran dibutuhkan kemerdekaan yang melekat pada anak maupun guru dan melibatkan dukungan banyak pihak. Kemerdekaan perlu diperjuangkan bukan diberikan. .

Sebagai guru, Anda mungkin pernah berhadapan dengan siswa yang tidak memiliki konsentrasi penuh, namun dituntut untuk menyelesaikan masalah tersebut. Atau Anda dituntut untuk mengubah nasib kemiskinan dan kegagalan keluarga lewat seorang siswa yang Anda ajarkan.

Meskipun guru berperan penting dalam dunia pendidikan namun tidak semua beban besar harus ditanggung oleh guru dan mengatakan bahwa guru merupakan kunci yang memiliki tanggung jawab untuk mengubah situasi. Dengan adanya program belajar merdeka, diharapkan guru tidak lagi menjadi seseorang yang selalu disalahkan dan ditinggal sendirian untuk menyelesaikan masalah.

g.     Tidak Menuntut Siswa menjadi Sama

Jika selama ini guru dituntut untuk membentuk siswa yang sama dengan dipatok melalui nilai, maka program belajar merdeka membawa perubahan untuk murid maupun guru. Sebagai guru tentu Anda menyadari bahwa setiap anak dititipkan dengan keistimewaan yang berbeda. Dan disinilah peran Anda sebagai pendidik dan teman belajar mereka untuk membangun keahlian serta menunjukkan bakat mereka.

Diperlukan kesabaran, waktu, dan fasilitas untuk membuat anak mengenali bakat yang dimilikinya. Ketika mereka sudah kenal dengan potensi yang dimiliki, maka mereka akan mengembangkannya dan berlatih untuk mengasah kemampuannya. Selama mengasah bakat anak, Anda harus menjadi pendengar dan penasehat yang baik.

h.     Mendukung Inovasi Guru dalam Mengajar

Mungkin selama ini metode mengajar di kelas yang Anda gunakan hanya dengan memberikan materi, mencatat lalu memberi latihan soal kepada siswa. Cara tersebut tentu sangat membosankan bagi siswa, mungkin Anda juga merasakannya.

Dengan adanya program merdeka belajar, Anda dibebaskan untuk berinovasi dan didukung untuk mengenalkan metode pembelajaran sendiri yang lebih baik guna menciptakan kelas yang lebih hidup, misalnya membuat diskusi bersama.

i.       Guru Penggerak

Program merdeka belajar tak pernah lepas dari istilah guru penggerak. Hal ini menjadi tantangan sekaligus manfaat yang dirasakan oleh guru. Di mana guru harus belajar mengajar dengan kreatif dan aktif untuk menciptakan murid yang berkompetensi global serta memiliki karakter pancasila. Guru penggerak menjadi berperan lebih dari peran guru saat ini

j.       Penghapusan UN

Rencananya mulai tahun 2021 ujian Nasional akan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Penghapusan UN dalam program merdeka belajar bukan hanya memberikan kemerdekaan pada siswa, melainkan guru dan orangtua murid. Sebelumnya banyak siswa yang merasa stress ketika dihadapkan dengan Ujian Nasional, begitu pula dengan orangtua murid maupun guru. Terdapat beberapa orangtua yang merasa khawatir karena anaknya belajar sepanjang waktu dan guru merasa khawatir dengan nilai yang akan didapat oleh para siswa, karena sekolah memberikan patokan nilai ujian sekolah yang harus didapatkan oleh siswa.

 

C.     TINDAK LANJUT

Tindak lanjut dari Bintek “Merdeka Belajar” yaitu Konsep Merdeka Belajar, Konsep Guru Merdeka Belajar, Pengembangan Diri Guru Merdeka Belajar adalah sebagai berikut:

1.     Mengenali miskonsepsi pendidikan sehingga peserta bisa berkembang menjadi Guru merdeka Belajar yang menjadi penggerak perubahan pembelajaran.

2.     Mengenali konsep pengembangan diri Guru Merdeka Belajar sehingga bisa melejitkan karier dan sekaligus berkontribusi terhadap pendidikan

 

D.     DAMPAK SETELAH MENGIKUTI BIMTEK

Dampak peserta setelah mengikuti Program Guru Belajar dan Berbagi seri Guru Merdeka Belajar, antara lain:

1.     Mengenali miskonsepsi pendidikan sehingga peserta bisa berkembang menjadi Guru Merdeka Belajar yang menjadi penggerak perubahan pembelajaran.

2.     Mengenali konsep pengembangan diri Guru Merdeka Belajar sehingga bisa melejitkan karier dan sekaligus berkontribusi terhadap pendidikan

3.     Mendapat kesempatan dan pendampingan belajar lanjutan melalui program Kelas Merdeka Belajar

 

\

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Program Guru Belajar dan Berbagi seri Guru Merdeka Belajar yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi secara daring telah saya lakukan dengan baik dan lancar. Kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini, kami mengucapkan terima kasih atas bantuannya, semoga amal baiknya diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan balasan yang setimpal.

 

B.    Saran

Harapan penulis, Tindak lanjut dari  Bintek “Merdeka Belajar”  kegiatan semacam ini hendaknya di programkan secara terus menerus agar para pendidik memiliki kompetensi, wawasan, dan keterampilan selalu meningkat sesuai dengan perkembangan zaman menghadapi era revolusi 4.0.

Komentar